Surabaya Franchise Expo 2011, yang digelar pada akhir May 2011 menjadi saksi masih diminatinya beragam usaha franchise di Indonesia. Salah satu yang menjadi primadona adalah franchise makanan murah. Franchise dengan nilai investasi murah sangat diminati para pengunjung pameran.
Konon, franchise makanan sangat diminati karena ia memiliki kaitan yang erat dengan kebutuhan manusia akan makanan dan minuman. Boleh dibilang pada pameran tersebut waralaba makanan dan minuman mendominasi dan menjadi incaran banyak pengunjung.
Dalam catatan saya setidaknya ada 21 franchise makanan murah. Sebut saja Double Dipps Donut & Coffee, Quick Chicken, Kebab Turki Baba Rafi, Piramizza, Kebab Kings, Java Cola, Lolly Cotton Candy, Indowaffle, Royal Crepes, Rock N Roll Sushi Dapur Lele 26, Mom’s Risoles, Bakso Tulang Muda, Bakso Kaget, Bakso Bakar Kaget, Sabana Fried Chicken, Cepy Ayam Tulang Lunak, Martabak Bolu Mirah, Martabak Africa, Tahu Pop, Bakso ‘Cak Mat’, dan Pisang Goreng Banana Banini.
Untuk tahu lebih jauh tentang bisnis franchise makanan murah yang menjadi tren pada pameran franchise Surabaya 2011, saya akan mencoba mengulasa beberapa diantaranya;
Quick Chicken didirikan pada tahun 2000, dengan gerai pertama berada di Demangan, Jogjakarta. Pada 2008 kemudian bisnis ini difranchisekan, karena banyaknya usul dan saran serta permintaan dari pada peminat makanan dan bisnis ini yang meminta untuk franchise. Pada Juli 2010 gerainnya telah berjumlah 92, dan pada May 2011 telah mencapai 159 gerai lebih. Investasi untuk bisnis ini kisaran Rp 272 juta, sudah termasuk sewa gedung dan segala keperluan hingga dapat beroperasi.
Double Dipps Donut & Coffee yang dikenal karena donutnya yang “less sugar” berdiri pada 2008 dan kini menjadi bisnis dengan nilai investasi murah yang mampu bersaing dengan kedai sejenis. Kini gerainnya telah ada di sejumlah daerah di Indonesia total keseluruhan ada 80 gerai lebih. Investasi yang ditawarkan mulai Rp 85 juta hingga 700 juta.
Kebab Turki Baba Rafi, didirikan oleh Hendy Setiono adalah pionir franchise makanan kebab di Indonsia. KTBR sudah tidak asing lagi di lidah dan telingan para pecinta kebab tanah air. Investasi untuk bisnis makanan timur tengah ini ditawarkan dengan nilai Rp 60 untuk tipe gerobak dan Rp 62.5 juta untuk tipe kedai.
Piramizza lahir dari rahim PT Baba Rafi adik kandung dari Kebab Turki Baba Rafi hadir dengan mengusung konsep pizza mobile yang dapat mengakomodasi para pizza lovers yang ingin mendapatkan pizza dimana saja berada. Untuk memiliki bisnis ini Anda hanya perlu keluar uang Rp 45 juta.
Kebab King didirikan oleh Bobby Hendrawan Farizky (24) secara bisnis konvensional pada 2006 dengan gerai pertama di Jalan Sidoarjo. Karena diserbu pembeli dan banyak sekali yang minta akhirnya dua tahun kemudian ia membuka kerjasama dengan pihak ketiga yang ingin membuka usaha sejenis. Kini gerai kebab king telah menguasai wilayah Jawa Timur. Investasi untuk bisnis ini mulai dari Rp 35 juta hingga Rp 70 juta.
Indowaffle dikembangkan secara waralaba sejak satu tahun silam, 2010. Indowaffle merupakan makanan ringan crispy waffle. Dalam waktu satu tahun gerai indowaffle telah ada lebih dari 27 gerai yang ada di Jakarta, Bekasi, Surabaya dan Bandung. Investasi untuk bisnis ini Rp 7 juta untuk tipe gerobak, Rp 9 juta untuk tipe gerobak becak dan Rp 15 juta untuk tipe display.
Royal Crepes didirikan oleh pasutri Ferry Kurnia Gunawan dan Marcella Cindy Halim pada akhir 2005 di Bandung. Bermula dengan membuka outlet di sekolah swasta di Bandung, bisnis ini kemudian berkembang dengan baik hingga dua tahu kemudian, 2007, bisnis ini dimitrakan. Dan kini outletnya telah ada 150 tersebar di seluruh penjuru tanah air. Investasi yang ditawarkan untuk bisnis ini Rp 7 juta hingga 15 juta.
Bakso Tulang Muda diklaim sebagai bakso pelopor yang rendah kolesterol, bebas babi, borax dan formalin. Dan juga bakso hasil paduan olahan kreatif dan kejelian para koki cerdas yang memadukan rempah-rempah alam nusantara dengan gaging kualitas terbaik. Bagi Anda yang hendak memiliki bisnis makanan sejuta umat ini hanya perlu mengeluarkan investasi Rp 50 juta.
Bakso Kaget, bermula dari bisnis kecil ala warung kaki lima yang berdiri sejak 2008. Disebut bakso kaget karena keunikan cara menikmati bakso ini dengan menebak apa isi baksonya. Penasaran silakan datang dan nikmati. Sementara bagi anda yang ingin memiliki bisnis ini diperlukan investasi sebesar Rp 7 juta hingga Rp 38 juta.
Selamat berbisnis


