Bagi Anda yang ingin memulai usaha atau bisnis dengan tanpa disibukkan oleh persiapan awal yang merepotkan dan cukup berhati-hati dalam memulai, franchise (waralaba) dan business opportunity (BO) atau peluang usaha kemitraan adalah pilihan yang cocok buat Anda.
Ada sekian ribu pilihan bisnis baik itu franchise maupun BO yang bisa Anda pilih, semua tersedia dalam berbagai bidang industri yang bervariasi mulai dari makanan, jasa hingga ritel.
Lalu apa sih perbedaan antara franchise (waralaba) atau bisnis kemitraan (BO) itu?
Setidaknya ada 5 hal atau aspek untuk mengidentifikasi perbedaan antara keduanya.
1. Branding dan Operating System (SOP)
Dalam bisnis franchise seluruh unit outlet atau gerai yang ada menggunakan nama merek dan sistem operasi prosedur yang sama, semua memiliki keseragaman. Sementara, dalam BO mitra bisnis tidak diharuskan menggunakan merek dan sistem operasi yang sama, mitra diberikan kebebasan untuk berubah bisnis sesuai yang dikehendaki.
2. Pay Ongoing Royalties (Pembayaran Royalti)
Franchise juga menghendaki adanya pembayaran royalti bagi franchisee (mitra bisnis). Umumnya royalti dibayarkan setiap bulan dan berkelanjutan sepanjang kerjasama antara keduanya berlangsung. Sementara dalam business opportunity (BO) tidak dipungut royalti atau tidak mengenail istilah royalti, karena pada hakikatnya ia jual beli putus bisnis.
3. Ongoing Support (Dukungan berkelanjutan)
Franchise atau waralaba dalam kontrak perjanjiannya menghendaki adanya dukungan berkelanjutan, seperti, marketing, training, kontrol dan monitor. Sementara dalam business opportunity (BO) mungkin saja ada dukungan atau bantuan berkelanjutan namun itu bukanlah satu hal yang mesti dilakukan, karena tidak ada dalam kontrak penjualan.
4. Legal Disclosure (Informasi Akurat)
Franchisor atau pemilik bisnis franchise mesti membuka informasi sejelas-jelasnya dan sebenar-benarnya kepada franchisee atau calon franchiseenya. Keterangan itu meliputi nama perusahaan lengkap dengan data perusahaan, pemilik hingga laporan keuangan perusahaan tiga tahun terakhir. Dalam business opportunity (BO) hal tersebut diharuskan, namun demikian mereka tetap harus memberikan data semacam disclosure.
5. Research (Riset)
Dalam franchise semua data franchisee yang sudah ada tercatat dan tertulis dengan lengkap dalam dokumen disclosure, mulai dari nama franchisee, kedai hingga alamat lengkap dan kontaknya. Maka calon franchisee mungkin untuk melakukan riset guna memastikan suatu bisnis itu baik dan sehat dari unit bisnis yang telah berjalan. Sementara dalam business opportunity (BO) sulit untuk melakukan identifikasi karena setiap unitnya berdiri atas nama merek yang berbeda-beda.
Demikian sekilas perbedaan antara keduanya. Meski demikian keduanya baik bagi Anda yang tertantang untuk memulai bisnis dengan cara-cara yang jauh lebih aman.
Selamat berbisnis franchise dan BO.


Sebagai contoh, franchise global seperti McDonald’s berhasil mengumpulkan sebanyak 1,772,665 orang fans di Facebook. Sementara Kentucky Fried Chicken (KFC) tertinggal dengan jumlah fans sebanyak 1,211,315 orang. Angka tersebut diakses pada Selasa (23/2). 
