Tag Archives | franchise 2010

Tips Memfranchisekan Usaha

Apakah semua usaha bisa difranchisekan? Dan bagaimana cara memfranchisekan atau mewaralabakannya, how to franchise the business, istilah kerennya.

Hampir semua bentuk usaha dapat difranchisekan atau dikembangkan dalam format waralaba.

Lalu, bagaimana cara memfranchisekan usaha, apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk melangkah ke franchise.

Namun, perlu diketahui franchise bukanlah satu hal yang sembarang bisa dilabelkan ke satu bisnis. Perlu waktu dan persiapan matang untuk mempersiapkan satu usaha sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

9 hal yang perlu Anda lakukan adalah:

Pertama, mempersiapkan satu konsep bisnis yang matang. Konsep sangat penting dalam sebuah bisnis, karena ia akan menjadi roda dalam sistem operasioanl sebuah bisnis.

Kedua, mempersiapkan tim bisnis yang kuat dan baik, mulai dari tim manajemen hingga karyawan dimana setiap level memahami dengan baik sistem, berbagai masalah hukum dan etika serta hakikat dari sebuah bisnis franchise.

Ketiga, membuat dan menentukan nilai jual produk atau bisnis sebagai suatu keunikan dibanding yang lain. Tanpa keunikan dan perbedaan dari yang lain rasanya sulit bagi sebuah produk atau jasa mengambil pasar.

Keempat, memastikan bahwa produk atau jasa dari bisnis tersebut bisa distandarisasi, bahan baku tidak sulit didapat, dapat dikerjakan dengan sistem, dan mudah dikerjakan.

Kelima, membuat sistem semudah mungkin bagi operasional sehingga mudah diajarkan. Semakin simple akan semakin mudah dan semakin sukses.

Keenam, membuat usaha atau bisnis tersebut mudah diduplikasi orang lain kepihak lain.

Ketujuh, mendaftarkan merek usaha dan hak cipta untuk melindungi usaha dari berbagai tindakan yang tidak baik dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kedelapan, membuat berbagi paket investasi yang menarik bagi calon investor dengan return secepat mungkin namum tetap reliable dan realistis.

Kesembilan, mendaftarkan waralaba di Departemen Perdagangan untuk mendapatkan STPW (surat tanda perdaftaran waralaba) dan jangan lupa bergabung ke asoasi franchise yang ada. Seperti Asosiasi Franchise Indonesia dan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali).

Selamat memfranchisekan usaha, semoga sukses.

Comments { 0 }

Ekspansi Bisnis Franchise Ke Luar Negeri

Sebagai seorang Pemilik atau Direktur dari bisnis franchise, Anda mesti mengambil perhatian terhadap jaringan bisnis Anda. Anda adalah umpama seorang pilot dari para penumpang bisnis franchise Anda, oleh karena itu Anda mesti memiliki rencana penerbangan yang jelas, mau kemana Anda terbang dan bagaimana Anda terbang untuk sampai ke tujuan. Jangan sekali-kali take-off sebelum Anda tahu hendak kemana, sebagai seorang franchisor Anda mesti paham betul akan pasar yang Anda bidik untuk ekspansi luar negeri Anda dan model kerjasama franchise seperti apa yang akan Anda cari dan buat disana. Untuk memastikan semua ini berjalan sesuai dan benar ada baiknya Anda membicarakan semua ini kepada konsultan franchise, yang membantu Anda secara detail memberikan cara dan masukan.

Disamping Anda melakukan pembicaraan dan pembelajaran akan segala hal dengan konsultan, ada hal yang tak kalah penting yang mesti Anda lakukan yaitu pengurusan legalitas baik itu di dalam negeri dan legalitas yang menyangkut urusan dengan pihak luar negeri. Mintalah bantuan asosiasi dan departemen terkait untuk memudahkan segala urusan Anda.

Memahami pasar
Selain meminta bantuan berbagai pihak seperti konsultan, asosiasi dan departemen terkait di dalam negeri. Kunjungan ke negara yang menjadi tujuan ekspansi adalah sangat penting bagi Anda, karena dengan demikian Anda dapat merasakan langsung budaya dan juga seberapa besar produk atau jasa Anda diinginkan. Sementara itu Anda juga harus sering-sering mengajak calon Master Franchise Anda berkunjung melihat perusahaan Anda, dan juga sangat dianjurkan untuk mengunjungi calon master franchise Anda di kantornya secara pribadi untuk sekedar berbincang-bincang mengevaluasi pasar sebelum memutuskan untuk memberikan hak master franchise.

Dengan ekspansi franchise secara internasional melalui pola franchise itu artinya Anda telah menghemat waktu dan uang, karena bisnis akan menjadi tanggung jawab si master franchise yang akan menginvestasikan waktu dan uangnya kedalam strategi. Riset pasar yang mereka miliki juga akan membantu Anda untuk lebih memahami segala tantangan yang mungkin mereka telah alami sebelumnya. Beberapa master franchisee mungkin memiliki keputusan untuk tidak memsubfranchisekan kembali bisnis Anda di negaranya. Hal ini ternyata biasanya karena faktor kekuatan dana yang dimiliki oleh parnert master franchise tertentu. Contoh klasik Mothercare, dengan Pemilik Master Franchisenya Alshaya Group di Timur Tengah dan seluruh dari 200 kedai mereka faktanya adalah dimiliki oleh seorang master franchisee. (Di Indonesia hal ini banyak terjadi seperti KFC dan McDonalds, dimana pemiliknya tunggal, mereka tidak mensubfranchisekan bisnisnya, tidak seperti terjadi di Malaysia, dimana McDonald, KFC dan merek-merek besar dunia lainnya disubfranchisekan dan masuk dalam setiap pameran, pent.).

Customer connection
Meskipun Anda sudah memiliki master franchisee yang mewakili merek Anda di luar negeri, Anda mesti memiliki cara lain atau cara Anda sendiri untuk mendapatkan feedback langsung dari konsumen Anda di sana. Misal konsumen Anda di suatu negara mesti Anda tanyakan opini mereka akan hal atau produk Anda yang mana yang cocok untuk terus dipertahankan di pasar sana dan mana yang tidak, dari sana Anda akan tahu bahwa aka nada perbedaan untuk setiap market yang berbeda. Usaha Anda untuk melakukan hal semacam ini akan sangat dihargai. (mjd)

Comments { 0 }